Peringatan HUT TNI ke 75, Sinergi untuk Negeri
(Foto bersama usai peringatan HUT TNI ke 75)
TENGGARONG, Kodim 0906
Tenggarong menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT)
Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-75. Acara dilangsungkan dik Makodim 0906
Tengarong secara virtual Senin, (5/10/2020) yang dihadiri Plt Bupati H Chairil
Anwar, Dandim 0906 Tenggarong Letkol Inf Charles alling, Kaplores AKBP Irwan Masulin Ginting, Sultan
Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kukar
Kasmin, Ketua Pengadilan Negeri (Kapengri) Tenggarong Didit Pambudi Widodo.
Usai mengikuti proses
kegiatan secara virtual kemudian dilanjutkan acara syukuran dan penyerahan
piagam penghargaan kepada prajurit TNI berprestasi dan pembertian santunan
kepada para purnawirawan.
Plt Bupati H Chairil
Anwar dalam kesempatan mengatakan, pertahanan dan keamanan Negara merupakan faktor
yang sangat penting, maka dari itu pertahanan dan keamanan Negara tidak lepas
dari fungsi peran TNI.
Peran TNI sebagai
actor dalam bidang pertahanan dan keamanan secara institional adalah tugas dan
wewenang tanggung jawabnya, TNI juga ikut terlibat dalam situasi bencana alam dan
sebagainya.
“Kita semua sangat
membutuhkan peran TNI dan TNI pun sangat perlu bantuan masyarakat agar bisa
tumbuh berkembang bersama rakyat untuk menjaga kedaulatan dan wilayah kita
bersama” Kata Chairil Anwar dalam acara memperingati HUT TNI ke-75.
Sementara Dandim 0906
Tenggarong Letkol Inf Charles Alling mengatakan, pada kesempatan saat ini
adalah momentum yang luar biasa, prajurit TNI dimana dalam perayaan ini
sejatinya harus bisa memaknai secara benar dalam konteks peringatan HUT TNI
ke-75 pada tahun 2020 ini.
“ Kalau dilihat dari
kurun waktu, 75 tahun itu sangat lama, dalam perjalanan TNI dari masa
perjuangan menuju kemerdekaan, mengisi kemerdekaan hingga saat ini, banyak
dinamika atau sangat dinamis, Peran TNI tidak akan terlupakan dan tidak akan
terpisahkan dari rakyat Indonesia, jadi kalau orang orang diluar NKRI selalu
menyampaikan centra of garviti nya kekuatan Indonesia itu adalah bukan secara
fisik bukan terletak pada mean power, alur siksa nya, tetapi bagaimana kekuatan
itu hadir bersama sama rakyat, itu sejatinya centra of gravity kekuatan bangsa
Indonesia”ungkapnya.
Dikatakan Charles
Alling dari perjalanan yang cukup panjang ini tentunya ada salah satu bentuk
refleksi, dimana prajurit itu harus bisa memaknai secara benar jati diri TNI
itu sendiri.
Jika dimaknai secara
mendalam ada 3 hal yang ada di dalam jati diri TNI yaitu, prajurit rakyat,
prajurit pejuang, dan prajurit profesinal. Memaknai 3 hal tersebut tentu diharapkan suatu dorongan yang positif
untuk mengenal bahwa jati diri TNI itu adalah bersama sama dengan rakyat, TNI
lahir dari rakyat, tumbuh berkembang bersama rakyat, dan mempejuangkan bersama
rakyat.
“ Apabila hal ini
dapat di aktulisasikan dalam refleksi
peringatan HUT TNI tentunya semakin meningkatkan apa yang dinamakan
kualitas dan stabilitas kita sebagai TNI, maka dari itu selain bentuk refleksi
secara internal, kami pun juga harus bisa menerapkan system ouput login, agar
bisa melihat keberadaan kita di tengah tengah masyarakat. Yang jadi pertanyaan
saya saat ini, apakah kita mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat Kutai
Kartanegara? Apakah mampu membantu masyarakat di masa masa susah seperti ini?
Ini menjadi suatu bentuk mirroring bagi kami, melihat dengan kacamata yang
bener objektif”paparnya.(*kik/poskotakaltimnews.com)